Aksi Bersih Sampah Plastik di Besakih

Jumat, 31 Juli 2015



Dalam rangka menyambut HUT ke 57 Provinsi Bali dan HUT ke 70 RI, Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Karangasem menggelar kegiatan menanam pohon dan gerakan bersih sampah plastik di sekitar Kawasan Pura Besakih, Jumat (31/7/2015). Kegiatan dengan tema Bali Bersih Sampah Plastik Tahun 2015 ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem Drs. I Gede Adnya Mulyadi, M.Si dan Asisten Ekonomi Pembangunan Provinsi Bali Drs. I Ketut Wija serta diikuti oleh  1500 orang dari unsur Pemerintah Pusat, SKPD Provinsi Bali, TNI-POLRI, unsur pendidikan, unsur pelaku usaha dan masyarakat.

"Sebagai bentuk komitmen dan aksi dalam pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup yang telah tertuang dalam program Bali Green Province. Ini amanat UU No 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah yang harus terus ditingkatkan melalui prinsip 3R (
Reduce, Reuse,Recycle)," ujar Gubernur Bali
Made Mangku Pastika dalam sambutan yang dibacakan Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali I Ketut Wija.

Gubernur menambahkan, dipilihnya aksi Bersih sampah plastik karena sampah plastik dinilai menjadi ancaman sangat serius bagi lingkungan dan memerlukan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk terdegradasi. Selain itu menurut Pastika dalam sambutannya, banyak dampak negatif yang disebabkan oleh sampah plastik seperti melepaskan berbagi jenis logam berat dan bahan kimia lain.

Wija menguraikan dampak negatif yang disebabkan oleh sampah plastik seperti melepaskan berbagi jenis logam berat dan bahan kimia lain, bahan kimia tersebut larut dalam air dan terikat di tanah, kemudian masuk ketubuh manusia melalui makanan dan minuman.

"Apabila dibakar juga dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan karena menghasilkan dioksin yang merupakan salah satu bahan paling berbahaya di dunia karena dapat menimbulkan penyakit kanker," ujarnya.

Di samping itu, limbah plastik tidak hanya berbahaya untuk tanah, tetapi juga berbahaya terhadap air dan estetika lingkungan.

Wija menambahkan, gerakan bersih sampah plastik yang dilaksanakan kali ini selain merupakan wujud nyata dalam menumbuhkan kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat, jauh lebih penting dilakukan bersama adalah melaksanakan segala komitmen yang telah tertuang dalam Road Map Bali Green Province, melaui tindakan-tindakan yang nyata. Pemprov Bali sendiri telah mencanangkan bahwa Bali menjadi bebas sampah plastik pada 2018 

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem Gede Adnya Mulyadi mengatakan, di dalam pengolahan sampah plastik daerahnya mengharapkan adanya bantuan tambahan tenaga kebersihan, yang awalnya berjumlah sebanyak 62 orang, diantaranya 37 orang tenaga kebersihan berasal dari Kabupaten Karangasem dan 25 orang berasal dari Pemprov Bali. Oleh karena terkendala anggaran yang dimiliki Kabupaten Karangasem, pihaknya meminta bantuan tambahan tenaga kebersihan dari Pemprov Bali sebanyak 25 orang. Disamping itu, Adnya mengaku membutuhkan enam truk kontainer dan 30 unit tong sampah sehingga bisa menangani permasalahan sampah yang menumpuk di kawasan suci Besakih.

Sementara itu, Ketua Panitia Gede Suarjana yang juga Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bali memaparkan kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya berupa gerakan bersih-bersih tetapi juga meliputi penanaman 30 pohon secara simbolis dengan jenis tanaman upakara seperti pala, cempaka dan nagasari dan pelepasan burung sebagai upaya konservasi sumber daya alam dalam bidang fauna, Pemerintah Provinsi Bali juga menyerahkan sejumlah bantuan sarana dan prasarana bidang kebersihan. Bantuan yang diserahkan secara simbolis oleh Asisten Ekonomi Pembangunan Provinsi Bali Drs. I Ketut Wija dan diterima Sekda Adnya Mulyadi diantaranya, satu buah sepeda motor VIAR dari Bank BPD Bali, sepuluh tong sampah kapasitas 20 liter dari BNI 46 dan tong sampah dari Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

 "Gerakan bersih-bersih sampah ini juga melibatkan sukarelawan seperti PT. Enviro Pallet dan Bye Bye Plastic Bag yang siap membeli sampah plastik dari masyarakat.