DULU SAMPAH SEKARANG BERKAH

Jumat, 12 Februari 2016

Bank sampah adalah tempat pemilahan dan pengumpulan sampah yang dapat didaur ulang dan/atau diguna ulang yang memiliki nilai ekonomi (PermenLH Nomor 13 Tahun 2012). Konsep Bank Sampah adalah bentuk kolaborasi dengan perbankan dimana anggota/nasabah mendapat buku rekening. Bank Sampah selain sebagai penyelamatan lingkungan ada konsep menabung. Uniknya di Bank Sampah para nasabah menyetor sampah lalu akan mendapatkan uang sesuai dengan nilai sampah mereka. Sampah akan ditimbang dan ditaksir nilainya sesuai harga di pasaran atau pengepul, lalu nilai uang itu dari sampah yang disetor akan dimasukkan ke rekening nasabah.

Bank sampah merupakan strategi untuk membangun kepedulian masyarajat agar dapat ‘berkawan’ dengan sampah. Jadi, bank sampah tidak dapat berdiri sendiri melainkan harus diintegrasikan dengan gerakan 3R (Reuse, Reduce dan Recycle) di kalangan masyarakat sehingga manfaat langsung yang dirasakan masyarakat tidak hanya ekonomi kerakyatan yang kuat, namun pembangunan lingkungan yang bersih dan hijau guna menciptakan masyarakat yang sehat.

Dengan menyatukan bank sampah dengan gerakan 3R, akan tercipta kesatuan yang utuh antara warga, bank sampah, dan dapat diwujudkan lingkungan yang bersih dan hijau di tingkat local. Melalui prinsip think globally  and act locally, integrasi bank sampah dengan 3R adalah perwujudan konkret dari pembangunan berkelanjutan (sustainable development).