Deklarasi Sakenan Satukan Komitmen Untuk Bersihkan Bali Dari Sampah

Rabu, 10 Oktober 2018

Deklarasi Sakenan Satukan Komitmen Untuk Bersihkan Bali Dari Sampah 



Deklarasi Sakenan yang dilaksanakan di Wantilan Pura Sakenan, Kelurahan Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan,Selasa 9/10/2018 yang menghasilkan Piagam Sakenan merupakan wujud komitmen masyarakat Bali dalam menyatukan semua kekuatan organisasi di Bali seperti Desa Adat/Desa Pekraman, Subak, Bendega, dan organisasi kemasyarakatan lainnya, yang bersama-sama pemerintah bertekad untuk membersihkan palemahan Bali dari sampah.

Deklarasi Sakenan dilaksanakan di Pura sakenan Karena Pura Sakenan termasuk dalam Samudra Kerti tempat memuja Sang Hyang Baruna sebagai penjaga ketenangan samudra dan dunia dari malapetaka dan kejahatan dan untuk mengingatkan kembali sejarah Pura Sakenan yang dibangun pada abad ke sepuluh oleh Empu Kuturan. Kemudian pada masa pemerintahan Dalem Waturenggong bersama Dang Hyang Nirartha dibangunlah pelinggih Sekar Kancing Gelung. Aura Pura Sakenan yang suci ini diharapkan bisa menjadikan Piagam Sakenan sebagai “Bisama” bagi masyarakat Bali  dengan penuh ketulusan.

Gubernur Bali yang diwakili Wagub Cokorda Oka Artha Ardhana Sukawati dalam sambutannya menegaskan bahwa Piagam Sakenan merupakan wujud komitmen masyarakat dan pemerintah daerah dalam menyatukan semua kekuatan organisasi di Bali seperti Desa Adat/Desa Pekraman, Subak, Bendega, dan organisasi kemasyarakatan lain untuk membersihkan palemahan Bali dari sampah. Sebab saat ini Pulau Bali makin terancam dengan tingginya produksi sampah plastik. Setiap harinya, masyarakat Bali yang berjumlah 4,2 juta jiwa, diperkirakan memproduksi10.500.000 kg sampah dan 10 % diantaranya adalah sampah sampah plastik. "Menyikapi situasi tersebut, dibutuhkan komitmen serius untuk membersihkan Pulau Bali dari ancaman sampah," ujarnya.

Cok Ace memaparkan, Bali memiliki 1.488 Desa Adat/Desa Pekraman, 2.729 Subak dan 966 Bendega. Jika semua organisasi dan anggotanya memiliki komitmen terpadu untuk membersihkan Bali dari sampah sebagai implementasi dari Piagam Sakenan, maka ia berkeyakinan persoalan sampah akan segera teratasi.

Pada bagian lain, Cok Ace juga menyinggung makna penting sebuah piagam atau charter yang sangat bersejarah di Pulau Bali. Seperti  telah dideklarasikannya “Piagam Samuantiga” atau “Samuan Tiga Charter” oleh para pemuka agama pada masa itu agar semua aliran keagamaan di Bali bersatu berdasarkan Tri Murti. Kemudian pada tahun 1961 dilaksanakan deklarasi “Piagam Campuhan” untuk membentuk “Parisada Hindu Dharma” sebagai wadah bagi masyarakat yang beragam Hindu dalam menjalankan organisasi keagamaan. Dan pada tahun 2012 yang lalu telah dideklarasikan “Piagam Bali” oleh tokoh-tokoh Hindu di Dunia yang menyatakan Pulau Bali sebagai Pusat Hindu Dunia dengan membentuk “World Hindu Parisad”.

Dengan dideklarasikan Piagam Sakenan ini bersama antara masyarakat Bali dan pemerintah, maka akan menjadi Bisama bagi seluruh masyarakat Bali dan generasi yang akan datang agar dapat melakukan berbagai aktivitas untuk membersihkan palemahan Bali dari sampah. Hal ini merupakan bentuk implementasi program “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” dalam menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali serta untuk mewujudkan kehidupan Krama Bali yang sejahtera dan bahagia secara sekala niskala.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Pandjaitan menyambut baik komitmen Pemerintah Daerah Bali dan masyarakatnya dalam mengatasi persoalan sampah. Menurutnya, sampah merupakan persoalan mendesak yang harus segera ditangani karena menimbulkan banyak dampak negatif bagi lingkungan, kesehatan dan dapat merusak citra Bali sebagai daerah tujuan wisata. 

Sementara itu, Plt. Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali drh. Luh Ayu Aryani yang juga selaku Ketua Panitia Deklarasi Piagam Sakenan melaporkan bahwa isu lingkungan telah menjadi isu global yang harus ditangani secara holistik. Ia berharap, Piagam Sakenan ini mampu mendorong kesadaran individu untuk bersama-sama mengurangi produksi sampah yang menjadi beban bagi lingkungan.

Deklarasi Sakenan ini akan dilanjutkan dengan berbagai program aksi yang berisikan tiga kesepakatan yaitu (1). menyatukan kekuatan seluruh organisasi di Bali untuk membersihkan palemahan Bali dari sampah,(2). mengimplementasikan nilai-nilai Tri Hita Karana menuju pulau yang hijau, bersih dan  indah dalam kehidupan sehari-hari guna membangun dunia yang sehat sebagai pelaksanaan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan (3). mengadakan pertemuan tahunan ‘Piagam Sakenan Bali’ dalam bentuk ‘Tri Hita Karana Forum’. 

Dalam Deklarasi dan penandatanganan Piagam Sakenan turut hadir, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, DPRD Bali, Bupati/Walikota se-Bali dan Bendesa Agung MUDP Jero Gede Suwena Putus Upadesa.