Gerakan Kedas Sampah Plastik (Gedasamtik)

Sabtu, 02 Februari 2019

Gerakan Kedas Sampah Plastik (Gedasamtik) di Besakih Merupakan 
Implementasi Pergub 97 Tahun 2018 yang mewujudkan Bali Bebas Sampah Plastik 




Gerakan Kedas Sampah Plastik (Gedasamtik) yang dilaksanakan di Pura Besakih (2/2/2019) merupakan wujud implementasi dikeluarkannya Pergub Nomor 97 tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, Melalui Pergub ini diharapkan akan dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan sama sekali kantong plastik, sedotan plastik dan sterofoam, sehingga nantinya Pulau Bali akan bebas dari ketiga jenis plastik tersebut.

"Kegiatan ini sangat bagus sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yakni menjaga kesucian alam Bali berserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama (warga) Bali yang sejahtera, bahagia sekala (jasmani) dan rohani," kata Koster saat menyampaikan sambutan pada deklarasi itu di Pura Agung Besakih.

Koster yang didampingi Putri Suastini Koster, Wakil Gubernur Bali Cok Ace beserta Putri Haryani Sukawati, berharap pergub ini mendapat dukungan dari semua lapisan masyarakat, pelaku usaha, instansi pemerintah dan berbagai pihak lainnya agar pelaksanaannya tetap berlanjut.

Untuk menjaga alam Bali, Koster yang juga Ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini menambahkan pihaknya telah mengeluarkan Pergub Nomor 97 tahun 2018 yang bertujuan untuk menjaga kesucian, keharmonisan, keselarasan dan keseimbangan lingkungan hidup serta membangun partisipasi masyarakat untuk berperan serta dalam perlindungan lingkungan hidup.

"Terima kasih atas gerakan bersih sampah plastik ini. Kegiatan ini adalah bagian dari pada cara menyukseskan pergub yang bertujuan agar Bali bebas dari sampah plastik sekali pakai. Saya juga mengucapkan terimakasih atas respons positif dari masyarakat Bali terkait pergub ini," ucapnya.

Sementara itu Ketua Panitia, I Ketut Bagus Arjana Wiraputra mengatakan, gerakan kedas sampah plastik ini merupakan implementasi dari Pergub Nomor 97 tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Selain itu, gerakan ini juga sebagai wujud akan cinta kepada alam. "Gerakan ini selaras dengan visi Pemerintah Provinsi Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, khususnya untuk Wana Kertih yang kami lakukan hari ini, " ujarnya.
Ditambahkannya, kegiatan kedas sampah plastik ini dipelopori Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia Provinsi Bali, Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Provinsi Bali, bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Bali, Kepolisian Daerah Bali, Kodam IX/Udayana, Perguruan Tinggi se-Bali, Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali, siswa SMP/SMA, komunitas serta masyarakat.

Menurut Bagus Arjana Wiraputra, kegiatan di Pura Besakih ini menyasar sebanyak 21 titik. Lokasi tersebut diperoleh setelah melakukan pemetaan, Ia juga mengatakan di sungai sepanjang  Goa Raja sangat banyak dijumpai sampah plastik.
"Kegiatan ini diikuti 10 ribu perserta, selain merupakan wujud nyata implementasi pergub 97 tahun 2018, juga untuk menyongsong Karya Agung Panca Wali Krama, dan kami harap selama karya maupun sesudahnya pura Besakih bisa bersih dari sampah plastik. Kita semua sepakat, pemedek yang tangkil ke Pura Besakih untuk tidak membawa dan menggunakan plastik," tandasnya.

Deklarasi Bali Bersih Sampah Plastik  dilanjutkan dengan Gerakan Kedas Sampah Plastik, yang berlangsung di beberapa titik area Pura Agung Besakih, Karangasem